Tentang Saya

Background: Perawat yang sedang melanjutkan studinya untuk menjadi perawat profesional.

Hobi:
Gemar menulis, melukis, dan bereksperimen dengan linux (meskipun masih newbie).

"Pada dasarnya sebuah teknologi harus didasari dengan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT, dan harus diiringi dengan seni (keindahan). Karena tanpa IMTAQ maka teknologi akan pincang, dan tanpa Seni maka teknologi akan membosankan"

History: Pernah beberapa kali menjadi aktivis dan mengurusi sekumpulan warga kampus dan sekolahan. Namun dalam kiprah organisasi terkadang lebih sering menjadi seorang Oposisi

"Oposisi itu penting, tidak boleh dimusnahkan namun jumlahnya tidak boleh lebih dari 10% saja."
×

Bahagialah Sekarang!!!

Bahagia adalah punya banyak uang, punya kekuasaan (jabatan), punya wanita cantik nan seksi dan lain-lain. Definisi bahagia memang berbeda-beda bagi setiap manusia.  Sebenarnya bahagia gampang dan simple, seperti yang di katakan di buku-buku motivasi dan blog sebelah (he..he..he..). Tetapi untuk menjalankan tips-tips tersebut tidak-lah gampang kalau mindset kita belum diupgrade.  Intinya adalah "Bahagia itu di hati". Tidak bisa di ukur tidak bisa dilihat orang lain, dan hanya kita dan Allah yang mengetahui.

"Semakin kau mencari dan mengejar bahagia, semakin jauh pula bahagia itu menjauhimu." - anonim.

Mau bahagia tapi menunggu gaji keluar, karena tidak punya uang. Mau makan enak nunggu remun turun atau bonus turun. Mau bahagia harus menikah dulu. Mau bahagia harus menjadi pejabat dahulu. Mau bahagia harus sukses dulu. Trus kapan kita mau bahagia? sampai umur berapa kita bahagia? yakin umur kamu nyampai buat masa depan yang bahagia?? Bagaimana kalau kita hidup cuma sampai hari ini? 

Berbahagialah sekarang. Caranya?? 
It's easy dude. Turunkan standar kebahagiaanmu sekarang. Misalnya, kamu akan bahagia jika makan makanan yang enak, seperti makan steak di restoran mewah, seafood di pinggir pantai pasir putih dengan suasana sunset nan romantis dan sebagainya. Maka kamu akan berbahagia bila punya banyak uang bukan? nah, sekarang bagaimana jika gaji kamu hanya sebesar UMR?? untuk bahagia kamu akan menghabiskan Gaji sebulan dalam sepiring. Jadi turunkan standarmu, makanlah diwarteg terdekat. Apa itu enak? emm... belum tentu. Tetapi bila kamu memakannya dalam kondisi lapar, InsyaAllah nasi rames akan terasa nikmat dan tidak kalah dengan steak dan seafood. Sesuai dengan nasehat seorang tabib sudan pada jaman dahulu yaitu:
"Makanlah ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang."
Ketika kita makan dalam kondisi lapar maka mempunyai nikmat yang besar.  Jadi tidak perlu steak, seafood, ataupun makanan mahal lainnya, nasi rames atau nasi uduk pun sudah lebih dari cukup. Jika gajimu sebesar UMR maka makan pun sesuai UMR, setuju?

Selanjutnya uang, yakin bisa membuatmu bahagia? belum tentu. Kita lihat orang-orang yang hidupnya sederhana dan pas-pasan terkadang lebih bahagia dibandingkan dengan yang punya milyaran uang di rekeningnya. Hukum  ini berlaku, semakin kamu memiliki banyak uang semakin besar pula kamu merasa kekurangan. Contohnya saya awal bekerja di jakarta dapat hidup dengan gaji 1,5 juta sebulan habis dan tetap bahagia. Ketika gaji naik menjadi 3 juta pun dalam sebulan tetap habis tetapi kebahagiaan berkurang karena dengan 3 juta pun saya tidak bisa menabung, membeli ini itu dll yang bermanfaat. Bahkan teman-teman saya dan temannya teman saya yang gajinya sudah 6 juta ke atas, mereka masih merasa kurang, bahkan terlihat tidak merasa bahagia. Artinya adalah semakin besar pendapatan akan besar pula pengeluaran. Ketika gaji naik yang terjadi adalah gaya hidup dan gengsi pun naik. Kita akan malu kalau naik motor, malu kalau naik busway, malu sama gaji kalau cuma beli baju yang 50ribuan, malu makan diwarteg yang dulu, malu kalau pake hp yang lama, dan masih banyak malu yang lainnya padahal dulunya pernah kamu lakukan. So, turunkan gengsi dan hilangkan malu untuk hidup sederhana. 
"Hidup itu simple, gengsi lah yang membuatnya ribet."
Jadi tidak perlu menjadi pejabat atau orang kaya untuk bahagia. Menjadi bawahan pun tetap bahagia, bila kita tahu kalau menjadi atasan memiliki tanggungjawab yang besar, waktu yang lebih banyak untuk pekerjaan. Tidak perlu menungu kaya, karena berkecukupan pun membuatmu bahagia, kemana-mana dengan busway atau KRL, justru kamu bisa istirahat sejenak dibandingkan yang mengendarai mobil pribadi, harus stress karena macet.

Barang-barang baru, barang mewah dan segala jenis barang-barang lainnya dan bahkan dunia beserta isinya tidak akan membuatmu bahagia lebih lama. Kamu akan bahagia kalau barang itu masih baru, tetapi kebahagiaan itu seolah-olah tidak pernah ada ketika barang yang kamu miliki sudah menyandang gelar bukan barang baru lagi. Misalnya ketika kamu membeli HP baru yang sudah lama kamu cita-citakan, dan kamu akan merasa menjadi orang paling bahagia di Dunia. Dalam hitungan satu, dua tiga hari tingkat kebahagiaanmu menurun 10% berturut-turut, ya kan? hhmmm namanya juga manusia. Tetapi kamu akan selalu bahagia bila membeli barang yang benar-benar kamu butuhkan, seperti HP yang kamu beli memang untuk menelpon dan menunjang keseharianmu, maka kamu akan selalu bahagia setelah menggunakannya karena memang benar bermanfaat.

"Beli apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan"
Jadi tidak perlu menunggu mendapatkan HP baru, motor baru atau mobil baru bahkan pacar baru (uupppsss...) untuk bahagia. Hp lama juga masih berfungsi dan tetap membuatmu bahagia, begitu juga dengan motor mobil dan pacar (eaa...) 

Marilah hidup bahagia, dan bahagia dimulai dari hati. Sederhana dan selalu bersyukur adalah kunci kebahagiaan yang HAKIKI.

 


Author: - 5:01 PM